KH IMAM ZARKASYI

Posted: April 11, 2012 in biography

Tanpa perlu kita sangsikan lagi, pengorbanan beliau, pemikiran beliau, strategi beliau dalam memndidik ummat yang tanpa pamrih tapi malah mewakafkan seluruh pemikiran, nyawa, bondo, bahu, pikir, lek perlu sak nyawane pisan, kepada segenap ummat islam dan juga para generasi-generasi bangsa.

Berdakwah tidak hanya melalui gerakan, tapi juga tangan, usaha, do`a, tulisan, pendidikan, pemikiran, dapat juga dilakukan seperti beliau. Jika saya mengomentari, rasanya yang saya lihat dari beliau seperti hampir sempurna, dari akar pemikiran, pengorbanan, pamrih yang tidak ada, sangat mengesankan sekali di dunia yang ketika itu masih dalam keadaan terjajah mempunyai seseorang yang kuat seperti Pak Zar ( KH Imam Zarkasyi )

Dalam buku biografi beliau dan kesan para sahabat, hingga para cendikiawan hampir tidak ada yang memandang negative. Pemikiran yang jauh kedepan, yang terkadang orang zaman sekarang baru menemukan sistemnya, sedangkan beliau sudah dari tahun `nggak enak` sudah menemukannya dan menerapkannya (SPBK/KBK-pen), seolah-olah beliau telah memikirkan jauh untuk beberapa juta tahun yang akan dating. Sungguh sebuah pemikiran yang amat sangat unggul. Bercak bahkan bukti dari dakwah beliau, sampai sekarang masih kerap kita rasakan, seperti halnya buku-buku pelajaran yang beliau hasilkan, system pendidikan yang beliau terapkan, bahkan system Pondok yang sampai sekarang kita berada didalamnya, merupakan suatu investasi akhirat yang menjanjikan, bukan hanya Beliau yang menjadi Da`i tetapi sampai beliaupun melahirkan para Da`i-da`i dan pejuang-pejuang islam yang tangguh yang telah di banting, di pelonco dengan asam garam manis kehidupan di sini.

Motto Dan Panca JiwaPondok Modern, itu semualah yang membentuk pribadi-pribadi tangguh yang siap bermasyarakat dan menjadi kader ummat. Lingkup dakwah beliaupun bukan hanya di Pondok, tetapi sampai pada dunia pendidikan nasional, bahkan tak sedikit pula para cendikiawan yang mengenal beliau, gemas dengan otak beliau yang `ada-ada saja`, yang tidak mau membuat filsafat pendidikan tetappi menerapkan langsung pendidikan yang beliau cetuskan. Tentang bahasa yang menjadi kunci ilmu pengetahuan, beliau mengibaratkan system bahasa dengan bilingual, atau 2 bahasa arab-inggris, adalah kunci dari segala ilmu. Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur`an yang mana Al-Qur`an merupakan gudang ilmu islam, sedangkan Inggris adalah bahasa internasional yang sekarang tengah berkkembang.

Dengan susunan panca jiwa pondok, Motto pondok yang benar seseorang akan menjadi pribadi ummat islam luar-dalam. Misalnya, penerapan berbudi tinggi dulu, berbadan sehat, pengetahuan luas, dan setelah itu boleh berpikiran bebas. Bukan malah meloncati yang atasnya, tetapi langsung beranjak ke pemikiran bebas, itu salah besar. Perjuangan beliau dalam merintis Pondok yang dulunya dibilang Pondok Gila (karena memakai bahasa kafir (inggris), haruslah kita acungi  two thumbs up, dari yang masyarakat mencela, menganggap `nyeleneh`, tetapi beliau masih terus kukuh mempertahankan, karena yang ada dalam pemikiran beliau adalah kemajuan ummat islam dan pendidikan yang ada di dalamnya, dari pendidikanlah manusia mengalahkan penjajah, dari pendidikan juga Islam pernah menjadi yang terbesar, serta dari pendidikan jualah Islam dikalahkan.

Tidak banyak yang dapat saya tulis hanya kata Subhaanallah yang terlantun dari mulut saya ketika saya membaca biografi beliau, kesan-kesan, dan para pengomentar beliau yang bisa diambil suatu kesimpulan satu yaitu KAGUM, sampai ada yang mengatakan beliau seperti wali yang mendapatkan wahyu.

Dari Pondok yang dahulu ditentang masyarakat, Gontor perlahan-lahan bangkit dengan penuh sayap kepercayaandirinya, hingga akhirnya kini banyak alumni-alumni yang sukses, meskipun sebagian ada pula yang belum mengerti Gontor seperti apa. Kedisiplinan yang beliau terapkan, sangat melekat dalam dhomir kita meskipun sudah beribu tahun lamanya. Harapan saya, semoga tak hanya dari keturunan-keturunan beliau yang akan lahir sebagai Zarkasyi-Zarkasyi baru, yang mampu meneruskan perjuangan suci, tetapi juga dari anak-anak yang `ghoiru mubasyir`nya beliau. Tak ragu lagi dalam akhir tulisan saya ini saya katakan bahwa predikat Pak Zar adalah “The few who make think happen”  

KESIMPULAN

Dari apa yang telah saya copy tadi saya akan mengambil 5 kesimpulan, jumlah yang sama dengan jiwa Pondok saya tercinta,  bahwasannya:

  1. Beliau adalah  sosok seorang seorang Da`I yang tidak hanya berjalan di jalan ceramah, tapi juga perbuatan, Pemikiran, pendidikan, sikap, dan tulisan.
  2. Gontor mempunyai seorang pendiri yang kuat luar dan bathin serta tidak mudah terombang-ambing arus dan lingkungan, keras pendirian, watak, disiplin, pelestarian kader, fleksibel tetapi tetap pada jiwanya yang lima, yaitu:
  • Keikhlasan
  • Kesederhanaan
  • Berdikari
  • Ukhuwah Islamiyyah
  • Kebebasan.

Dan juga pada syi`arnya yang empat, yaitu:

  • Berbudi tinggi
  • Berbadan sehat
  • Berpengetahuan Luas
  • Berpikiran Bebas.

Dan inilah kunci-kunci eksistensinya Gontor ditengan gejolak Dunia yang semakin menjadi-jadi.

  1. KH Imam Zarkasyi merupakan Contoh Pendidik, Pejuang, sahabat, Ayah, Kyai, Da`I, yang tidak monoton, mudah puas dengan perkembangan, yang mengantarkan seseorang menjadi Baja, yang tidak mudah luntur oleh semprotan api, dan menjadi lautan tanpa tepi.
  2. Sosok Aktif dalam maupun luar negeri, yang tidak pernah merasakan terpaksa dalam mengerjakan sesuatu, hanya li`ilaai Kalimatillah` dan lillaahi Ta`ala. Yang Arif, Dermawan, Menghargai, dan tetap ingin maju, seperti takkan ada yang menghalanginya, kecuali penciptanya.
  3. He is The few who make think happen
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s