KOMUNIKASI

Posted: April 11, 2012 in cogito ergo sum

Kita sudah sering mendengar tentang komunikasi, tapi apa sih komunikasi itu?
check it out!!!!!

HAKIKAT, DEFINISI DAN KONTEKS KOMUNIKASI

Istilah Communis adalah istilah yang sering dipakai untuk rujukan asal kata komunikasi yang berarti “sama”, yang mana komunikasi disini menyarankan bahwa suatu pikiran, makna, atau suatu pesan dianut secara sama.

Komunikasi tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada hewan, tetapi pasti terdapat kemiripan dan perbedaan.

KOMUNIKASI PADA HEWAN

Pada hewan, komunikasi lebih didominasi dengan menggunakan tanda alamiah (natural sign). Sehingga tanda itu menjadi suatu isyarat (gesture).Para hewan tidak bisa bersepakat untuk membuat kesepakatan tanda tersebut seperti manusia, sehingga komunikasi mereka bersifat otomatis.

Hanya manusia, hewan yang tingkatannya tertinggi yang mampu mengekspresikan komunikasinya lewat berbagai kombinasi suara yang rumit, dan juga lambang-lambang yang dapat diciptakan dan disepakati, sehingga dapat digunakan untuk berkomunikasi.

Komunikasi pada Manusia dan makhluk lainnya,  seperti hewan dan jin, memiliki bahasa yang berbeda, sehingga sulit bagi makhluk yang berbeda jenis itu untuk saling berkomunikasi secara sempurna, kecuali orang-orang tertentu, seperti Nabi Sulaiman.

KERAGAMAN DAN KONTROVERSI DEFINISI KOMUNIKASI

Dance menemukan tiga dimensi konseptual penting yang  mendasari definisi komunikasi: Pertama, Tingkat Observasi(level observation), atau derajat keabstrakannya, adanya definisi yang terlalu umum atau terlalu sempit, Kedua, Kesengajaan(intentionality). Adanya definisi yang mensyaratkan faktor kesengajaan dan ada yang tidak. Ketiga, Penilaian normatif. Adanya definisi yang menyertakan keberhasilan, dan ada yang tidak.

Maka, timbul 2 pertanyaan dan kemungkinan untuk mendefinisikan komunikasi, yaitu, apakah komunikasi harus disengaja dan apakah harus diterima?.

Maka Littlejohn mengkotakkan beberapa kemungkinan itu dalam bukunya “Theories of Human Communication” seperti di bawah ini.

PERILAKU PENERIMA

                              PERILAKU SUMBER

Perilaku Tidak disengaja

Perilaku

di sengaja

Simtom

Nonverbal

Verbal

Tidak

Diterima

1APerilakuSimtomatik tidak dipersepsi 2APesan nonverbal tidak dipersepsi 3APesan verbal tidak dipersepsi

Diterima secara Insedintal

1BSimtom  dipersepsi secara insidential 2BPesan nonverbal insidential 3BPesan verbal insidential

Diperhatikan

1CSimtom diperhatikan 2CPesan nonverbal diperhatikan 3CPesan verbal diperhatikan

Littlejohn mengemukakan, ada tiga syarat komunikasi, yaitu, pertama, Komunikasi terbatas pada pesan yang sengaja diarahkan kepada orang lain dan diterima Kedua, Mencakup perilaku yang bermakna bagi penerima, disengaja/tidak. Ketiga, Komunikasi harus mencakup pesan yang disengaja,

Definisi komunikasi yang kian berragam, sesuai dengan yang memandang komunikasi itu sendiri dari segi yang mana, dan dari pendekatan yang seperti apa. Komunikasi dalam pendekatan saintifik berbeda dengan pendekatan histories maupun humanistik dan budaya.

Meski komunikasi menyangkut perilaku manusia tetapi tidak semua perilaku manusia adalah komunikasi, apabila ia berkomunikasi dengan dirinya (intrapribadi), misalnya, ketika menyanyi sendiri, bukanlah suatu komunikasi. Karena terdapat dua bentuk umum komunikasi, yaitu penciptaan pesan  dan penafsiran pesan, verbal/nonverbal.

TIGA KONSEPTUALISASI KOMUNIKASI

Beberapa pakar mendefinisikan komunikasi sebagai proses, karena ditandai dengan tindakan, perubahan, pertukaran dan perpindahan.

John R.Wenburg, William W. Wilmot, Kenneth K. Sereno dan Edward E. Bodaken mengemukakan 3 konsep komunikasi, yaitu :

  1. Komunikasi sebagai tindakan satu-arah

Definisi yang oleh M. Burgoon disebut  source oriented definition, adalah konsep yang mengisyaratkan komunikasi sebagai tindakan sengaja (Intentional Act), penyampaian pesan yang efektif  dan semua kegiatan komunikasi bersifat persuasive. Harrold Lasswell menggambarkan  komunikasi dengan pertanyaan-pertanyaan, Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect? ( Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Pengaruh Bagaiamana?). Berdasarkan teori ini ada lima unsur komunikasi, Pertama, Sumber (Source), yaitu pihak yang berinisiatif untuk berkomunikasi. Kedua, Pesan. Ketiga, Saluran/media, hal ini di bagi 2, langsung/tidak langsung dan verbal/non verbal. Keempat, Penerima (Receiver). Kelima, Efek, yaitu apa yang terjadi pada penerima setelah menerima pesan. Ada juga unsur lain yang sering ditambahkan yaitu Umpan balik(Feed Back), Gangguan/Kendala komunikasi (noise/barriers), dan konteks/situasi.

  1. Komunikasi sebagai suatu interaksi

Dalam pandangan ini komunikasi disetarakan dengan suatu proses sebab-akibat  atau aksi-reaksi yang arahnya bergantian dan proses yang berlangsung bersifat mekanis, statis dan lebih dinamis.

  1. Komunikasi sebagai transaksi

Pengamatan dalam komunikasi ini atas aspek yang tertentu saja, misal, verbal/nonverbal saja. Dalam pandangan ini komunikasi merupakan suatu proses personal/pribadi. Proses penyandian(encoding) dan penyandian balik(decoding) bersifat stimulan dan spontan, dan komunikasi telah dianggap berlangsung bila seseorang telah menafsirkan perilaku orang lain.

KONTEKS-KONTEKS KOMUNIKASI

Secara luas konteks disini, factor diluar komunikator, yang terdiri dari, Pertama,Aspek bersifat fisik, misal, iklim, cuaca dan lainnya. Kedua, Aspek psikologis, misal, sikap, dan lainnya Ketiga, Aspek Sosial, seperti, nilai sosial, dan lainnya. Keempat, Aspek waktu, seperti jam dan sebagainya

Indikator paling umum untuk mengklasifikasikan komunikasi berdasarkan  konteksnya/tingkatannya adalah jumlah peserta yang terlibat. Maka dikenallah Komunikasi antarpribadi, diadik, intrapribadi, kelompok kecil, public, organisasi dan masa. Salah satu pendekatan yang dipakai adalah pendekatan situasional seperti yang dikemukakan G.R Miller, yaitu, semakin banyak komunikator, semakin rendah derajat kedekatan fisiknya, dan semakin rendah pulalah saluran inderawi yang tersedia, maka kesegeraan umpan balik akan paling tertunda, begitu pula sebaliknya

Komunikasi intrapribadi

Komunikasi intrapribadi(Intrapersonal Communication) adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari/tidak. Contohnya, berpikir. Keberhasilan komunikasi antarpribadi bergantung pada keefektifan komunikasi intrapribadi

Komunikasi antarpribadi

Komunikasi antarpribadi(Interpersonal Communication)adalah komunikasi secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal/nonverbal. Contoh, komunikasi diadik(dua orang); suami-istri, Dosen-mahasiswa dan lainnya. Marry B. cassata, Molefi K. Asante membandingkan tiga cara komunikasi antarpribadi seperti dibawah ini.

Antar pribadi

Massa

Medio

KomunikatorPesanSaluran

Khalayak

Umpan Balik

Kontak

Contoh

IndependenPribadi/ terbatasVokal

Individu/minoritas

Segera

Primer

Diskusi keluarga

Organisasi kompleksUmumElektronik & cetak

Massa

Tertunda

Sekunder

Berita TV

Individu/OrganniasiPribadi/TerbatasVokal & elektronik

Individu/minoritas/massa

Segera/tertunda

Primer/sekunder

Telephone

Konteks komunikasi dapat diklasifikasikan berdasarkan bidang, kejuruan/kekhususan, sehingga menjadi komunikasi politik, kesehatan, pertanian, nasional, internasional, dan lain sebagainya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s