FRAMEWORK STUDI FILSAFAT ISLAM

Posted: April 12, 2012 in cogito ergo sum


A.    
Arti Filsafat Islam

Filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia, kata berangkai dari kata Philo : yang berarti mencintai, dan Sophia: yang berarti kebijaksanaan. Dapat kita artikan, bahwasannya Filsafat adalah mencintai kebijaksanaan[1]atau dapat pula diartikan, bahwa Filsafat yaitu : meraih rasa cinta akan kebijaksanaan.[2]

Objek kajiannya  meliputi juga ilmu, yaitu usaha untuk mencari sebab yang universal. Maka, filsafat sangat menjunjung tinggi kebenaran atau pengetahuan yang sejati, dimana pengetahuan itu tidak akan berhenti sampai ia menemukan titik muaranya.

Dari pemaparan tersebut, Filsafat adalah: hasil kerja berpikir dalam mencari hakikat segala sesuatu secara sistematis, radikal dan universal. Sedangkan Filsafat Islam adalah hasil pemikiran filsuf tentang ketuhanan, kenabian, manusia dan alamyang disinariajaran Islam dalam suatu aturan pemikiran yang logis dan sistematis.[3] Berarti dapat ditemukan perbedaan disini, yaitu kata Islam yang menjadi kuncinya. Yang merupakan cara untuk mencapai dan Objek yang akan digunakan dalam kajian ini, serta yang paling menonjol adalah Tokoh yang melatarbelakangi pemikiran / pengetahuan sejati tersebut beragama Islam atau dari kalangan orang Muslim.

B.     ASAL-USUL FILSAFAT ISLAM

Sesungguhnya falsafah adalah cabang pengetahuan dalam khazanah intelektual Islam, namun falsafah tidak dapat disebut sebagai nama Filsafat Islam. Hal ini dapat dilihat ketika falsafah yang berasal dari Yunani masuk kedalam tradisi intelektual Islam para ulama yang umumnya fuqaha menolaknya, terutama ilmu mantiq (logika),

Akar filsafat Islam bukanlah filafat Yunani, tapi adalah konsep-konsep kunci dari wahyu. M. Iqbal bahkan mengatakan bahwa spirit Islam adalah anti-klasik, maksudnya adalah anti-Yunani[4]

Jadi framework yang mengaitkan filsafat Islam dengan filsafat Yunani menurut C.A.Qadir jauh dari benar. Sumber aspirasi yang asli dan riel para pemikir Muslim, menurutnya, adalah al-Qur’an dan Hadith. Pemikiran Yunani hanya memberi stimulasi dan membuka jalan untuknya.  Karena itu fakta bahwa Muslim berhutang pada Yunani adalah sama benarnya dengan fakta bahwa Muslim juga bertentangan dengan beberapa pemikiran filsafat Yunani. Dalam masalah Tuhan, manusia dan alam semesta para pemikir Muslim memiliki konsep mereka sendiri yang justru tidak terdapat dalam filsafat Yunani.[5]

Filsafat Islam dianggap sebagai idealisme yang menjadi norma yang dapat digunakan untuk mengevaluasi filsafat Muslim. Jadi filsafat Islam adalah tujuan dan aspirasi masa depan.[6].Namun, sebenarnya menggunakan nama Filsafat Islam sebab hal itu justru menjunjukkan bahwa filsafat Islam adalah filsafat yang lahir pandangan hidup Islam.

C.    NAMA FILSAFAT ISLAM

Tentang nama Disiplin Ilmu ini, ada 2 versi pendapat, yaitu, Filsafat Islam dan Filsafat Arab. Yang berpendapat bahwasannya ini adalah filsafat Arab, karena:

  1. “Arab” diberikan karena bahasa yang dipakai adalah Bahasa Arab.
  2. Meskipun banyak yang bukan beragama Islam, tapi masih dalam rumpun bangsa Arab.
  3. Sejarah Arab lebih tua/dahulu daripada sejarah Islam.

Yang berpendapat bahwasannya ini adalah filsafat Islam, karena:

  1. Para Filsuf yang memberikan Pokok Idenya kedalam kajian ini menamainya dengan Filsafat Islam.
  2. Islam bukan hanya unsure nama saja, tetapi juga berkebudayaan dan peradaban. Dan lagipula tokohnya juga banyak yang non-arab sehingga jika digunakan nama filsafat arab, maka, harus dikeluarkanlah orang tersebut, sedangkan jumlahnya tidak sedikit.
  3. Filsafat Islam terbina dengan cara da`wah Islamiyah dan persoalan yang dibahas adalah persoalan Agama Islam.[7]

Jika menurut pendapat penulis sendiri, sebaiknya nama yang digunakan dalam kajian ini adalah filsafat islam, karena  jika yang digunakan adalah filsafat Arab, maka nama ini identik dengan Bangsa, Bahasa ataupun segala sesuatu yang berbau Arab. Tetapi disini kita lihat, ternyata yang dimaksudkan dalam kajian ini adalah segala sesuatu tentang Islam dari segi manapun dari tokoh manapun yang dari ataupun selain Arab, yang menggunakan/tidak menggunakan bahasa Arab. Jadi lebih kita cocokkan dengan judul besar suatu kajian, bukan hanya melihat dari satu atau dua sisi saja.

D.    ISI

Sesungguhnya falsafah adalah cabang pengetahuan dalam khazanah intelektual Islam, namun falsafah tidak dapat disebut sebagai nama Filsafat Islam Hal ini dapat dilihat ketika falsafah yang berasal dari Yunani masuk kedalam tradisi intelektual Islam para ulama yang umumnya fuqaha menolaknya, terutama ilmu mantiq (logika).

Tanpa menafikan adanya hubungan antara filsafat Islam dan Yunani MM Sharif mengibaratkan pemikiran Islam dan Muslim sebagai kain sedangkan pemikiran Yunani sebagai sulaman, “meskipun sulaman itu dari emas, kita hendaknya jangan menganggap sulaman itu sebagai kain”[8]. Ini adalaah pernyataan yang cukup adil, artinya meskipun didalam filsafat Islam terdapat unsur-unsur Yunani, tapi filsafat Islam bukanlah filsafat Yunani. Filsafat Barat sendiri yang juga mengandungi unsur Yunani, Islam dan Kristen, tetap saja disebut Filsafat Barat dan dikaji menurut framework Barat.

Dari sini kita dapat melihat suatu framework yang berbeda dari framework orietalis yaitu bahwa akar filsafat Islam bukanlah filafat Yunani, tapi adalah konsep-konsep kunci dari wahyu. M. Iqbal bahkan mengatakan bahwa spirit Islam adalah anti-klasik, maksudnya adalah anti-Yunani. Sementara Seyyed Hossein Nasr menyatakan bahwa Aristotle telah dikirim kembali ketempat asalnya di Barat, bersamaan dengan Averroes, murid terbesarnya[9]. Meskipun begitu Nasr menyadari bahwa dalam filsafat Islam terdapat unsur-unsur Yunani. Hanya saja unsur-unsurnya yang sesuai dengan semangat Islam itu kemudian diintegrasikan kedalam peradaban Islam, khususnya jika hal itu berkaitan dengan Íikmah dalam  pengertian yang universal[10]. Jadi adalah salah jika berfilsafat dalam Islam itu berarti menganut paham skeptisisme, keraguan dan aktifitas manusia yang individualistis yang melawan Tuhan.[11]

Jika menurut DrHasyimsyah Nasution,MAdalam bukunya filsafat Islam. Islam dan Yunani  dalam hal ini tentang Filsafat, ia mengemukakan, disana ada 2 zaman pembagian pemikiran Yunani:

  1. Zaman Yunai atau Helenis. Dari abad VI SM – akhir abad IV SM. Diantara para pesohornya adalah: Socrates, Plato, Aristoteles, dan aliran paripatetik, serta lainnya.
  2. Zaman Helenis-Romawi. Dari setelah Aristoteles(w.322 SM) sampai abad VIII . Zaman ini dibagi menjadi 3 masa perkembangan.:
    1. Dari akhir abad IV SM – pertengahan abad I SM. Pada zaman ini terkenal aliran stoa, Epikurus dan skeptisisme.
    2. Dari pertengahan abad 1 SM hingga pertengahan abad III SM. Di zaman ini dikenal aliran Stoa-akhir, Neo Phytogoreanisme, Epikurus-akhir dan Helennisme Yunani. Zaman ini bersifat ekliktik
    3. Dari pertengahan abad III M – pertengahan abad  VI M di Romawi barat & abad VII di Byzantium. Dizaman ini didominasi oleh Neo-Plantonisme.

Setelah itu, Filsafat Yunani terbagi 2, Plato ( rasionalisme) dan Aristoteles ( material). Dan kebanyakan sejarah tentang Filsafat Yunani dan Islam dihubungkan dengan penyebaran Islam, tetapi dalam hal ini Hasyimsyah banyak berpihak kepada Filsafat Yunanilah yang lebih mempengaruhi filsafat Islam. Jika kita tela`ah kembali buku ini, maka akan kita temukan suatu keganjalan, bahwa ia berkaca pada framework barat, yang mana diawalilah kajjian Sufi Islam pertama yaitu Al-Kindi. Jika Al-Kindi merupakan Filsuf pertama, maka Sebelumnya dalam Islam tidak ada filsafat ? itu merupakan suatu paham yang membelokkan Islam sendiri.

Filsafat Islam dipahami sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam yang konsep-konsep dasarnya berakar pada al-Qur’an dan hadith yang kemudian ditafsirkan dan dikembangkan oleh para ulama sehingga menggambarkan struktur konsep yang berbeda dari filsafat Yunani.  Karena sumber pemikiran filsafat Islam adalah wahyu, maka kajian sejarah filsafat Islam dimulai dari konsep-konsep seminal (seminal concepts) dalam al-Qur’an dan dilanjutkan dengan kajian terhadap pemahaman, penafsiran, penjelasan dan pengembangan konsep-konsep tersebut oleh para pemikir Muslim.

E.     BIBLIOGRAFI

Nasution, Dr. Hasyimsyah,  Filsafat Islam,Gaya Media Pratama,Jakarta, 1998

Turnbull, Neil, Filsafat, Gelora Aksara Pratama,Jakarta, 2005.

Http://www.insistnet.com/content/view/100/41/#_ftn87, Qadir, C.A., Philosophy and Science in The Islamic World, Routledge,London 1988.

………….., M.Saeed Sheikh, Reorientation of Islamic philosophy, Pakistan Philosophical Congress,Lahore, 1964.

………….., M.M. Sharif, (Ed), A History of Muslim Philosophy, Low Price Publication,Delhi, vol., 1995.

…………..,  Nasr,S.H.  Science and    civilization in Islam,Cambridge, Islamic Text Society, 1987

.


[1] Filsafat Islam, Dr. Hasyimsyah Nasution ( Gaya Media Pratama, Jakarta, 1998), hal.1.

[2]Filsafat, Neil Turnbull (Gelora Aksara Pratama,Jakarta, 2005 ), hal. 6.

[3] Filsafat Islam, Dr. Hasyimsyah Nasution ( Gaya Media Pratama, Jakarta, 1998), hal.1.

[4]  http://www.insistnet.com/content/view/100/41/#_ftn87 . lihat buku Qadir, C.A., Philosophy and Science in The Islamic World, Routledge, (London 1988), hal.71

[5] Ibid,  hal..28.

[6]http://www.insistnet.com/content/view/100/41/#_ftn87 lihat buku M.Saeed Sheikh, Reorientation of Islamic philosophy, Pakistan Philosophical Congress, (Lahore, 1964).

[7] Filsafat Islam, Dr. Hasyimsyah Nasution ( Gaya Media Pratama, Jakarta, 1998), hal.4

[8] http://www.insistnet.com/content/view/100/41/#_ftn87 lihat juga buku M.M. Sharif, (Ed), A History of Muslim Philosophy, Low Price Publication, Delhi, vol., 1995, hal. 4.

[9] http://www.insistnet.com/content/view/100/41/#_ftn87 lihat juga buku  Nasr,S.H.  Science and    civilization in Islam,Cambridge, Islamic Text Society, (1987), hal. 7.

[10]  Ibid, lihat juga buku Nasr, S.H. Islamic Studies, Librairie Du Liban,Beirut, (1970)  hal. 112.

[11] Ibid,  hal. 5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s