IGNAZ GOLDZIHER DAN KAJIANNYA TENTANG HADIST DAN FIQH

Posted: April 12, 2012 in biography

Latar Belakang Goldziher

            Tokoh orientalis yang satu ini dilahirkan pada 22 Juni 1850 di sebuahkotadi Hongaria. Barasal dari keluarga Yahudi yang mempunyai pengaruh yang cukup besar juga di zaman itu, namun mereka bukan termasuk keluarga yang fanatik. Riwayat pendidikannya dimulai dari Budaphes, satu tahun di Berlin pada 1869, pindah ke Universitas Leipzig dengan salah satu guru besarnya dalam bidang ketimuran sekaligus pakar Filologi yaitu Fleisser, dibawah asuhannya dia mendapat gelar doktoral yang pertama pada 1870, dengan risalahnya “Penafsiran Taurat yang Berasal dari Tokoh Yahudi”.

Setelah itu kembalilah ia ke Budaphes dan langsung diangkat menjadi asisten guru besar di Universitas Budaphes (1872), namun tidak lama sebab dia diutus oleh Kementrian Ilmu Pengetahuan untuk meneruskan pendidikannya ke Wina danLeiden. Setelah itu ditugaskan kembali ke Kairo untuk melakukan sebuah ekspedisi untuk kawasan timur dan menetap disana kemudian dilanjutkan ke Suriah dan Palestina. Ketika di Mesir dia sempat bertukar kajian di Universitas Al-Azhar.

Catatan karier Goldziher :

1. 1872: Asisten guru besar di Universitas Budaphes

2. 1871: Terpilih sebagai anggota Pertukaran Akademik Magara

3. 1892: Anggota Badan Pekerja

4. 1907: Ketua salah satu bagian yang dibentuknya

5. 1894: Profesor kajian bahasa Semit

Sejak Goldziher menjabat sebagai professor untuk kajian bahasa Semit, maka sejak itu pula dia tidak kembali lagi ke negaranya kecuali untuk kunjungan tertetu misalnya untuk menghadiri acara konferensi orientalis atau memberi orasi pada seminar-seminar di berbagai universitas asing yang mengundangnya. Goldziher meninggal pada 13 November 1921 di Budaphes.

Semasa hidupnya Goldziher telah banyak menghasilkan banyak buku-buku yang banyak mengkaji tentang Islam. Dengan kemahirannya dalam menerjemahkan dalam beberapa bahasa dan juga atas dasar ketertarikannya dengan ketimuran. Dia banyak mengkaji tentang Fiqh dan Hadist.

Sejak usianya menginjak 16 tahun dia sudah terbiasa untuk mengkaji buku-buku besar, sering memberikan ulasan dan kritikan terhadap buku-buku yang ia baca hingga mencapai angka 592 kajian yang telah dikoleksi.

Goldziher dalam kajian Islam

Banyak sekali buku-buku yang telah dikaji oleh Goldziher terutama buku-buku yang mengkaji tentang ketimuran khususnya Islam. Dia juga telah banyak menerbitkan buku-buku yang membahas tentang Islam. Dalam kesempatan ini kami hanya menyinggung beberapa kecil dari karya besar yang telah dihasilkan oleh Goldziher. Kami hanya mengambil dua kajiannya mengenai Hadist dan Fiqih.

1. Fiqih

Kajiannya dimulai dari sebuah buku klasik yang berjudul Azh-Zhahiriyah: Madzhabuhum wa Tarikhuhum  yang digarap pada 1884. kalau dilihat dari judulnya buku tersebut hanya membahas tentang madzhab Azh-Zhahiriyah, namun setelah ditelaah lebih jauh lagi ternyata kajian tersebut merupakan sebuah pengantar yang cukup apik untuk masuk ke dalam kajian Fiqih.

Bahasannya tidak hanya sebatas madzhab dzahiriyah, tetapi bahasannya meluas kepada Ushul Fiqh yang dikajinya secara detail disertai pula dengan argument-argumen dasar yang melatarbelakangi timbulnya madzhab-madzhab dalam Fiqih, dan juga ijma` beserta tokoh-tokoh tiap madzhabnya. Dikaji juga tentang kolerasi madzhab Zhahiriyah dengan madzhab yang lainnya, sehingga kajian ini merupakan pengantar untuk kajian ushul fiqh dan Fiqih dengan pendekatan secara menyeluruh. Dalam kajian tersebut disertai pula sejarah tentang pertumbuhan dan perkembangan ,madzhab Zhahiriyah dalam kaitannya dengan masalah-masalah theologi, berangkat dari kisah Ibnu Hazim sampai dengan Ibnu Taimiyyah dan Al-Maghrizi. Dalam kajiannya dia selalu merujuk kepada sumber-sumber utama dalam setiap bahasannya.

  1. Hadits

Setelah dia membuat kajian mengenai madzhab Zhahiriyah limatahun kemudian dia menulis sebuah karangan besar yang berhubungan dengan kajian Hadits yang berjudul “Dirosah Islamiyah” . Juz pertama diterbitkan pada tahun 1889, sedangkan Juz keduanya, setahun kemudian.

Pada Juz pertama, dia membahas tentang Al-Watsaniyah wa Al-Islamí. Ia menggunakan pendekatan baru, ia tidak mau menggunakan methode yang sudah sering dipakai oleh para orientalis di zaman itu. Menurutnya, pergolakan yang terjadi pada masa Arab Jahiliyah yang melawan semangat Islam ternyata tidak terbatas hanya pada kalangan Bangsa Arab saja, tetapi hal itu juga terjadi pada seluruh Bangsa yang akhirnya masuk Islam.

Pada juz petama itu pula dijelaskan proses terjadinya pengislaman dan nilai-nilai Islam yang menjadi unggulan  atas tradisi Jahiliyah, yang membedakan Islam dengan Arab Jahiliyah adalah ketinggian moral, persamaan hak, tidak adanya perbedaan antar sesama manusia dan juga Islam tidak menerima ketinggian kedudukan sesorang karena keturunannya, kesemuanya itu terlukis dari pondasi bahwa tidak ada keutamaan Bangsa Arab atasNon-Arab kecuali taqwa.

Pada juz kedua,berbeda dengan juz yang pertama. Karyanya ini merupakan karya yang sangat penting dan mengandung unsur pembelokan yang sangat berbahaya, oleh karena itu perlu diwaspadai. Kalau pada bagian pertama bahasannya tentang hadits banyak menguraikan sejarah, perkembangan serta pentingnya hadits bukan dalam arti yang sebenarnya. Menurutnya hadits menjadi sumber utama dalam perbincangan politik keagamaan dan mistisme dan kebathinan, dan ini telah terjadi sepanjang masa, seta merupakan senjata bagi masing-maing madzhab.

Baik kelompok politik maupun faham fiqih berusaha untuk menggunakan hadits sebagai problem solving semua masalah kehidupan ditengah umat islam. Jadi, bukan untuuk mengetahui perilaku Nabi, tetapi lebih kepada kepentingan kelompok politik maupun keagamaan. Ia juga membahas pengkultusan wali dikalangan umat islam dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Dan membaginya menurut lokasi-lokasinya yang tersebar di dunia Islam. Dan karya-karya besar Goldziher, diantaranya Al-Mu`ammarin li Abi Hatim (1899), pendahuluan pada buku Tauhid li Muhammad Ibnu Umar Mahdi Al-Muwahhidun (1903), Al-Mustadhhari (1916), Muhadhorot fi-l-Islam (1910), Ittijahat Tafsir Al-Qur`an Inda Al-Muslimin (1920).

Goldziher telah banyak berkecimpung pada kajian Islam, sejarahnya, tafsir Al-Qur`an dan pengkajiannya yang dihasilkannya dapat dipergunakan oleh jutaan umat Islam dalam membandingkan hasil kajiannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s