KONSEP WAJIBUL WUJUD IBN SINA

Posted: April 12, 2012 in cogito ergo sum

wajibul wujud yaitu hakikat yang harus mempunyai wujud yaitu Tuhan. Wajibul wujud inilah yang mewujudkan mumkinal wujud atau alam semesta ini.[1]

Tuhan tidak tunduk kepada siapa pun; di atas Tuhan tidak ada suatu zat lain yang dapat membuat hukum dan dapat menentukan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dibuat Tuhan. Tuhan bersifat absolut dalam kehendak dan kekuasaan-Nya. Tuhan adalah Maha Pemilik yang bersifat absolut dan berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya di dalam Kerajaan-Nya dan tak seorang pun yang dapat mencela perbuatan-nya.

Ibnu Sina mengatakan sifat wujudlah yang terpenting dan mempunyai kedudukan di atas segala sifat-sifat lainnya. Hakikat dalam faham Ibnu Sina terdapat dalam akal, sedangkan wujud terdapat di luar akal. Wujudlah yang membuat setiap hakikat mempunyai kenyataan di luar akal. [2]

Secara terminologi dapat ditemukan bahwa wujud berarti keberadaan yang mempunyai tingkat abstraksi yang tinggi. Dengan demikian dapat dibedakan menurut dimensi masing-masing, bahwa wajd  sarat dengan pergumulan tasawuf, sementara wujud bertitik tolak dari filsafat yang sering dibahas dalam diskursus kalam dan filsafat islam sebagai wujudiyyah.

Wujud Wajib adalah realitas yang senantiasa berwujud dan ekistensi abadi. Dalam pencapaiannya yang tertinggi pemikiran rasional akhirnya tertunduk kepada kebenaran agama, karena dalam penglihatan fikiran yang tinggi yang nampak pada akhirnya ialah Hakikat Tertinggi kehidupan, yaitu Tuhan, Sang Maujudat Tunggal.[3]

Ibnu Sina menyatakan, “Sebab adalah sesuatu yang meniscayakan sesuatu yang lain. Dan akibat itu mesti aktual karena keaktualan sebabnya. Ibnu Sina dalam kitab “al-Isyarat wa at-Tanbihat” menjabarkan argumen imkan dan wujub untuk membuktikan eksistensi Tuhan, menyatakan, “Realitas wujud adalah wujud wajib dan wujud kontingen. Jika realitas wujud itu adalah wujud wajib, maka terbuktilah realitas eksistensi Tuhan. Dan jika realitas wujud itu adalah wujud kontingen, dikarenakan kemustahilan daur dan tasalsul, maka niscaya bergantung kepada wujud wajib.[4] Jadi dalam dua pengandaian itu berakhir pada pembuktian realitas eksistensi Tuhan.

Argumen wujub tidak berpijak pada analisis akal tentang pengertian kuiditas wujud kontingen yang secara esensial meniscayakan kebergantungan kepada sebab, tetapi berpijak pada analisis akal tentang realitas eksistensi eksternal dan wujud hakiki di alam ini. Jadi pengertian keniscayaan murni berasal dan bersumber dari eksistensi eksternal dan wujud hakiki, dan bukan sebuah pengertian yang tak memiliki obyek nyata dan hakiki atau  pengertian yang semata-mata dalam pikiran.

Ibnu sina dalam memaparkan argumen tersebut secara langsung menggunakan obyek eksternal dan eksistensi hakiki dalam proposisi. Dia berkata, “Karena wujud itu mustahil tidak memiliki realitas eksternal dan wujud hakiki, maka yang berwujud hanya dua kemungkinan, yaitu wujud kontingen dan  wujud wajib. Apabila realitas eksistensi eksternal itu adalah wujud kontingen, maka niscaya memerlukan wujud wajib”[5]Atau bisa dikatakan kedua bentuk wujud tersebut berakhir pada pembuktian wajib wujudnya Tuhan. Karena sesuatu yang imkan takkan terjadi kecuali ada sesuatu yang wajib yang menciptakannya atau yang membuatnya ada.

Dalam Al-Najat dinyatakan Ibnu Sina sebagai berikut:”sesuatu ada yang dibutuhkan adalah sesuatu yang masuk akal, bukanlah mustahil. Ada dibutuhkan ini adalah Tuhan Yang Maha Esa. Segala ada yang lain itu adalah mungkin.[6]

Jadi, dari segala yang ada yang pasti dan wajib ada hanyalah Allah/ Tuhan semata, sementara yang lainnya adalah mungkin. Tuhan adalah sebab ynag efficient dari alam, tidak didahului oleh waktu.


[2] Ensiklopedi Islam, PT Ichtiar Baru Van Hoeve

[3] Kumpulan Risalah Ibnu Sina, bab defenisi, hal. 117.

[4] Ibnu Sina, Al-Isyarat wa at-Tanbihat, jilid 3, hal. 20

[5] Ibid, hal. 18.

[6] Filsafat Ketuhanan, DR.H.Hamzah Ya`kub.hal.64

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s