Mengapa Ilmu Tasawwuf dapat juga dikatakan sebagai bagian dari filsafat Islam?

Posted: April 12, 2012 in cogito ergo sum
Ditinjau dari segi bahasa, akar kata Tasawuf adalah shuuf. Makna secara leksikan adalah kain wol yang kasar. Menurut Ulama salaf, istilah itu sebagai julukan terhadap para sahabat yang fakir, sehingga kain yang digunakan hanyalah berupa kain wol yang kasar, tetapi para sahabat kaya secara bathiniyah.[1]

Al-Junaid berkata “Tasawuf merupakan sikap tunduk yang tidak ada kompromi sama sekali. Tasawuf itu pikiran penuh dengan konsentrasi hati yang bersandar kepada Allah, dan perbuatan yang bersandar pada Kitab dan Sunnahnya.[2] Tasawwuf sebagai suatu ilmu yang mempelajari cara dan jalan bagaimana seorang muslim berada sedekat mungkin dengan Allah, dapat dibdakan menjadi Tasawwuf Amaly/Akhlaqy dengan Tasawwuf Falsafi. [3]

Dari pengelompokan ini tergambar adanya unsur-unsur kefilsafatan dalam ajaran Tasawwuf, seperti penggunaan logika dalam menjelaskan maqomat. Adapun hubungan antara Filsafat Islam dan Tasawwuf dapat dijelaskan sebagai berikut : Objek filsafat membahas tentang segala sesuatu yang ada, baik fisika maupun metafisika yang dikaji dengan menggunakan argumenakal dan logika. Objek Tasawuf pada dasarnya mengenal Allah, baik dengan jalan ibadah maupun dengan ilham dan intuisi. [4]

Dengan menempuh jalan mujahadah dan musyahadah, serta berbicara dengan bahasa intuisi dan pengalaman bathin, maka manusia mempunyai pengetahuan tentang metafisika bukan hanya dari akal tetapi dari Dalil-dalil Naqly yang lebih  kuat sebagai petunjuk jalan akal yang terbatas.

Allah adalah metafisik, yang jika kita ingin memikirkannya, pastilah terbatas sampai hanya setingkat hal-hal yang dapat kita pelajari. Jauh di atasnya terdapat pengetahuan yang kita sama sekali tidak mampu untuk memikirkannya, karena otak dan akal manusia sangatlah terbatas.

Maka seorang Sufi, selain mengkaji ilmu Allah secara Intuisi ataupun ilham, haruslah mengkajinya dengan rasio pula untuk menentang paham-paham rasionalis brutal yang membuat seonggok akal menjadi Tuhan, dengan menggunakan dalil-dalil dari WahyuNya. Begitupun dengan para Filosof, jangan hanya menggunakan Akal atau rasio saja dalam pembuktian segala sesuatu, khususnya tentang metafisik, tetapi juga dengan menggunakan dalil yang menunjukkan obor kebenaran untuk akal, sehingga akal tidak masuk atau berjalan kejalan yang menyimpang.

Kitab suci al-Qur`an sendiri banyak memuat firman Allah yang mengajarkan agar manusia giat berfikir untuk memahami berbagai selok-belok kejadian di alam semesta dan peristiwa-peristiwa sejarah, serta untuk memahamkan betapa agungnya Tuhan. Namun pemikiran berdasarkan akal tidaklah memadai. Ia mesti dilandasi keimanan dan petunjuk (al-huda) Ilahi sebagaimana terkandung dalam ayat-ayat suci al-Qur`an. Dan al-Qur`an dinyatakan dalam firman Tuhan sebagai kitab yang berisi petunjuk yang tidak dapat diragukan.

Dr. H. Hamzah Ya`kub berpendapat dalam bukunya Filsafat Ketuhanan, bahwa Titik temu filsafat Islam dan ilmu tasawwuf adalah sebagai berikut :

  1. Pembuktian adanya Tuhan dengan fikiran
  2. Mengetahui jalan pikiran para Filosof
  3. Mengetahui kebathilan atheisme
  4. Mengetahui kebathilan syirik
  5. Menghindari Taqlid buta
  6. Membuahkan ketakwaan yang bernilai tinggi
  7. Kepuasan dan ketenangan bathin[5]

Tetapi jika kita  melihat pendapat Mustofa, maka kita akan dapat membuat table  perbedaan juga sangkut paut yang sangat besar antara filsafat Islam dan tasawuf. Terutama dalam hal pembahasan, berbeda pada metode dan objeknya.

 

NO

FILSAFAT

TASAWWUF

1

Dalam memandang harus dengan logika Dalam memandang menggunakan metode muajhadah(pengekangan hawa nafsu) Musyahadah(pandangan batin)

2

Parafilosuf pemilik argumentasi penhujatnya. Dalam berbicara menggunakan bahasa intuisi dan pengalaman batin.Parasufi memilik intuisi dan perasaan batin

3

Objek bahasannya tentang alam seisinya, manusia, fisika dan metafisika (eksistensi Tuhan, termasuk didalamnya) Objeknya adalah pengenalan dengan Allah nlewat Ibadah, Syari`ah, Ilham dan intuisi.

4

Objek Tasawwuf dari hakikat adalah mengenai penampakan(Itajalli), memandang (Musyahadah) dan menyaksikan(Mu`ayanah). Objek Filsafat dari hakikat kebenaran adalah mengenai kepuasan akal untuk membuktikan dengan logika.

Meskipun begitu, ia mengakui bahwa ada percampuran antara keduanya. Terutama pada abad akhir-akhir ini, jelas dalam ingatan kita tentang konsep Ittihad, Hulul, dan Wahdatul Wujud. Dan menurutnya lagi, ini adalah kemiripan proses ketika memasuki aliran-aliran filsafat.[6]

Lebih, jika kita meninjau buku Abdul Razak yang ia tulis bersama dengan kawannya, Rosihon Anwar, Kita menemukan titik persamaan keduanya melalui objek kajian pula. Objek kajian Filsafat adalah masalah alam, manusia, Metafisika, dan segala sesuatu yang ada. Sedangkan objek Kajian Tasawwuf adalah Tuhan, terutama dengan jalan pendekatan kepadanya.[7]Majid Fakhripun berpendapat sama tentang hal tersebut. Dalam bukunya Sejarah filsafat Islam (sebuah peta kronologis) ia mengemukakan hal yang sama antara kedua ilmu tersebut [8]

Meski Ilmu Tasawuf dan Filsafat mempunyai perbedaan, namun pada dasarnya, kedua ilmu tersebut mempunyai suatu kesamaan terutama dalam hal ini adalah objek kajian bahasannya. Dan dari semua ini, kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwasannya Tasawwuf dapat dikatakan bagian dari filsafat Islam adalah termasuk didalamnya kajian tentang ketuhanan, dan filsafat Islam yang kajiannya lebih luas menyeluruh, didalamnya terdapat kajian tentang ketuhanan.

 

 

 

 


 [1] Mempertajam Mata Bathin dan Indra keenam, Imam Al-Ghozali, Mitrapress, Hal. 239

[2] Ibid, hal. 241

[4] Filsafat Islam, Dr.Hasyimsyahh Nasution,MA, hal.6

[5] Filsafat Ketuhanan, DR.H.Hamzah Ya`kub. hal. 22-25

[6] Filsafat Islam, Drs.H.A.Mustofa. Hal. 23-24

[7] Ilmu Kalam, DR. Abdul Razak, M.Ag & DR.Rosihon Anwar, M.Ag. Hal. 39

[8] Sejarah filsafat Islam (sebuah peta kronologis), Majid Fakhri, hal. 155-156

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s