STRATEGI MEMOTIVASI SISWA BELAJAR

Posted: April 12, 2012 in Lounge

PENDAHULUAN

Kualitas suatu bangsa akan terlihat dari kualitas pemuda/i yang mengisi kemerdekaan dan menjadi tonggak akan eksistensi kemajuan, pengembangan dan pelebaran sayap bangsa dalam kancah internasional. Semua itu akan terwujud jika pemuda dalam suatu bangsa mengenyam pendidikan dan pengajaran yang terbaik, tanpa harus memilih yang mahal, cukup dengan yang barokah dan efektif serta manfaat saja.

Pendidikan yang terlalu monoton, tanpa ada suatu variasi akan membuat murid lama-kelamaan menjadi bosan dan tidak menyukai pelajaran itu disinilah peran kita sebagai guru dan pengajar yang baik hendaknya mengerti apa yang harus  dilakukan. Bukan lantas memarahi mereka. Ketika ada yang bermalas-malasan atau mungkin minder dan merasa bahwa dia tidak mampu mengerjakan hal itu, atau membahas soal itu, maka guru tidak boleh membiarkan hal ini terjadi.

Disinilah peran motivasi kita angkat. Motivasi, yang berasal dari kata motif dimaksudkan segala daya upaya mendorong seseorang melakukan sesuatu. Sebelum kita memotivasi seseorang, kita cari dahulu apa sebab anak tidak mau melakukannya. Dan motivasi disini dilakukan untuk mendorong anak agar mau dan merasa optimis sanggup dalam melakukannya.

Dan pekerjaan memotivasi janganlah dianggap mudah, karena tiap orang terkadang berbeda dengan yang lainnya, jadi, tiap orang mempunyai cara-cara tersendiri yang dapat membangkitkannya.

Untuk langkah yang paling awal, kita motivasi anak tersebut dengan perkataan atau perbuatan, dan harus diingat lagi, bahwa cara memotivasi tiap orang berbeda, maka ada tahapan-tahapan tertentu sebelum kita memotivasi seseorang, terutama dalam kegiatan belajar mengajar in door atau out door, yang mana hasilnya akan lebih maksimal.

 

PEMBAHASAN

Sebelum kita mengetahui dengan pasti apakah motivasi, disini penulis akan memaparkan hal-hal yang berkenaan dengan itu, yaitu : pengenalan murid dan belajar serta motivasi itu sendiri. Kenapa ? karena muridlah pembahasan serta objek kita kali ini, sehingga sebelum kita membahas tentang ini semua, hendaklah kita tahu tentang perihal yang akan kita bahas, serta seluk-beluk didalamnya, sehingga kita tahu kemana arah penerapan dari bahasan kita serta  faktor-faktor yang mengikutinya.

Dan dari penelitian F.W Hart kita dapat mengambil kesimpulan bahwa guru yang paling disukai adalah :

a)      Menerangkan pelajaran dan tugas dengan jelas serta menggunakan contoh-contoh ketika mengajar

b)      Riang gembira, mempunyai selera humor, bersikap akrab seperti sahabat dan merasa satu anggota dalam kelas serta mempunyai pribadi yang menyenangkan, jadi anak tidak merasa asing dengan gurunya atau terjadi jarak yang jauh.

c)      Tegas, tidak pilih kasih, tidak suka ngomel, Mnecela, mengejek, menyindir, sehingga membuat anak segan.

d)     Perhatian dan memahami kebutuhan mereka, Berusaha agar PR menjadi menarik dan yang dapat memotivasi dalam belajar. Dalam hal ini kebutuhan murid mencakup 3 aspek :

  • Kebutuhan Jasmani. Yang mencakup masalah kesehatan dan gerak anak
  • Kebutuhan sosial. Mencakup penyesuaian diri kepada lingkungannya
  • Kebutuhan Intelektual. Yang mencakup bahan pelajaran, hobi, bakat dsb.
  1. 1.      PENGENALAN MURID

Sebelum kita mengetahui cara apakah yang akan kita gunakan untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar, kita harus tahu seperti apa siswa yang kita hadapi, tidak sembarangan menggunakan cara yang mana akhirnya kurang efektif terhadap minat tersebut.

Yang harus kita ketahui tentang murid adalah sebagai berikut (“Permanent cumulative record”):

a)      Keterangan pribadi anak

b)      Kepandaian, ketrampilan, kesehatan, Hobi, Cita-cita, ability

c)      Keadaan rumah, riwayat sekolah, sifat-sifat, watak.

Dengan mengetahui itu semua kita akan tahu backgroundnya si anak, serta dapat memilih cara mana yang paling efektif untuk siswi tersebut

  1. 2.      MOTIVASI

Memperhatikan cara belajar yang baik menurut beberapa ilmuwan, harus kita perhatikan beberapa aspek, seperti; keadaan Jasmaninya, Keadaan emosionalnya, Keadaan Lingkungannya, Kontrol, Pemupukan sikap yang optimis, Timing yang baik, perencanaan yang baik, dan pencegahan cramming ( dengan belajar atau ulangan yang menggunakan waktu-waktu tertentu, bukan melakukannya langsung. Misalnya, 3 pelajaran dikerjakan secara langsung dalam satu waktu tanpa ada waktu sejenak untuk  istirahat.), maka dalam diri anak haruslah ada suatu yang menggerakkan atau memacu gerakan belajar yang disyaratkan diatas agar mencapai perubahan yang menjadi titik kata dari belajar, sehingga hasil yang dicapai seperti yang diinginkan.

Dan jika kita melihat pada lingkungna sekitar kita, dapat kita temukan adanya siswa yang merasa jenuh dengan belajar, karena kurang menarik, misalnya. Seorang anak akan mengerjakan sesuatu itu jika dianggap sesuatu itu untuk memenuhi kebutuhannya., sedangkan kebutuhan orang selama didunia senantiasa berubah, dapat saja hal itu menjadi sangat menarik baginya sekarang, tetapi tidak untuk esok hari.

Selain kebutuhan yang sudah dipaparkan tadi, ada berbagai macam-macam kebutuhan. Menurut Morgan, :

a)      Kebutuhan anak berbuat sesuatu demi kegiatan itu sendiri. Misalnya, berlari-lari, Bermain-main dll)

b)      Kebutuhan untuk menyenangkan hati orang lain.

c)      Kebutuhan untuk mencapai hasil

d)     Kebutuhan untuk mengatasi kesulitan. Sikap anak terhadap lingkungannya banyak bergantung pada sikap lingkungannya.

TEORI MOTIVASI

Menurut ahli jiwa, dalam motivasi ada suatu hirarki/tingkatan-tingkatan :

a)      Kebutuhan fisiologis, seperti lapar, haus, istirahat dll

b)      Kebutuhan akan keamanan, seperti rasa aman, bebas dari takut, cemas dll

c)      Kebutuhan akan cinta dan kasih, seperti, rasa dihargai dalam suatu komunitas

d)     Kebutuhan untuk mewujudkan diri sendiri, mengembangkat bakat dengan usaha mencapai hasil dalam bidang pengetahuan, sosial.

Dan suatu yang penting adalah, motivasi diatas berurutan, jadi jika ingin membangkitkan motivasi belajar yang baik ( kita tempatkan di nomor 5) , harus memenuhi dahulu tingkatan yang sebelumnya, misalnya, jika  anak lapar, haus, merasa tak aman, terguncang, ia takkan dapat belajar dengan baik.

Mengingat fungsinya, motivasi dapat diuraikan menjadi 3; Pengerak/motor yang melepaskan energi, menentukan arah, dan menyeleksi perbuatan.

Dalam kehidupan sehari-hari, motivasi dinyatakan dengan; hasrat, keinginan, maksud, dorongan, kebutuhan, dan sebagainya. Motivasi sendiri dapat dibedakan menjadi 2 yaitu: Motivasi Intristik, dan Motivasi Ekstrinsik.

Apa motif atau sebab anak belajar ?

a)      Ia belajar Karena didorong oleh keinginan untuk mengetahuinya

b)      Ia belajar supaya dapat ijazah dan angka yang baik dalam rapornya

Dalam hal pertama (a)ia didorong oleh motivasi interistik, yakni, ingin mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan belajar itu. Jadi bisa dilihat bahwa anak semacam ini merasa enjoy dengan pelajarannya

Dalam hal yang kedua ini (b), ia didorong oleh motivasi ekstrinsik, sebab, tujuan yang dicapainya diluar pembelajaran itu dan tidak terkandung dalam hal itu sendiri.

Jika ia sadar betapa penting ilmu itu untuknya, bukan untuk ijazahnya, maka, ia akan melakukan dengan enjoy tanpa harus mendapatkan imbalan dari pekerjaannya itu.”the reward of a thing well done is to have done it” jadi imbalannya adalah ia telah melakukan perbuatan itu.

STRATEGI MEMOTIVASI SISWA

Jika siswa merasa kurang minat dalam belajar atau guru merasa siswa perlu ditingkatkan,  dapat menggunakan berbagai motivasi, diantaranya adalah:

a)      Memberi angka. Karena banyak murid belajar untuk mendapatkan angka yang baik, dan menyalahkan jawaban yang memang salah, dan menegurnya serta mengislahnya dengan senyum. Cara ini dapat dilakukan untuk membangkitkan motivasi ekstrinsik

b)      Hadiah. Tetapi jika sering dilakukan, maka motivasi intristiknya akan menurun. Hadiah yang terbaik untuk anak adalah bukan terpusat pada materi, tetapi lebih kepada senyuman, anggukan, kesempatan untuk mempresentasikan hasil karyanya di depan umum, jika yang terjadi sedemikian ini, maka iklim belajarpun sangat menggugah selera, dan pelajaran tambahan pun itu merupakan hadiah yang berarti.

c)      Saingan. Persaingan ini baik dari individual maupun kelompok, sikap anak sendiripun lain-lain dalam persaingan.Ada yang ingin mempertinggi harga diri,Ada yang cuek, ada yang minder. Maka, persaingan, jika iklim seperti ini dibiarkan berlalu, maka yang minder akan selalu minder tanpa ada motivasi dari gurunya.

d)     Ego-Involvement. Sedapat mungkin kita menciptakan suasana yang murid merasa mengerjakannya, atau melibatkan dirinya, dan membuatnya merasa perlu melakukan ini dengan menggunakan AMBAK (apa manfa`atnya bagiku?). jadi bukan hanya kita yang sibuk dan mengerti sendiri,

e)      Ulangan. Jika murid mendengar kata ulangan, maka yang terbayang dalam benaknya adalah sekumpulan soal yang harus dijawab, maka dari sini ia harus dapat menjawab apa yang akan ditanyakan oleh gurunya, dari sini ia akan belajar untuk lebih terpacu lagi.

f)       Mengetahui hasil. Jika telah mengadakan ulangan beritahukanlah hasilnya kepada anak, sehingga anak tahu apa yang kurang pada dirinya, dan sebagai guru, harus menyemangati jika ada yang mendapatkan nilai rendah di dalam kelas itu, dan membawanya untuk meraih apa yang telah diraih oleh teman-temannya.

g)      Pujian. Pujian ini jika kita layangkan akan berakibat buruk juga, anak akan menjadi manja, dan jika salah menafsirkan akan menjadi suatu kesombongan, maka pujian ini dilakukan jika kita merasa perlu saja. Tetapi kalau terhadap anak yang minder, pujian ini sangat manjur, karena akan menaikkan harga diri anak tersebut, dan merasa semangat kembali, jika kita memujinya dengan cara yang benar.

h)      Minat. Dapat dibangkitkan dengan cara: membuatnya membutuhkan ini, kita hubungkan dengan pengalaman yang lampau, it`s time to do the best. Katakan Nothing success like success, dan gunakan bentuk belajar yang disukainya, sehingga tercipta suasana yang menyenangkan dan tujuan pelajaran kita diterima baik.

i)        Tugas yang challenging. Dengan memberi tugas yang membuat mereka berpikir ekstra, timbul dalam diri siswa, bahwa dia harus menyelesaikannya dengan baik, dan ia percaya ia bisa, tentunya, setelah guru memberikan suatu dorongan yang membuat siswa merasa bahwa tugas itu penting dan perlu, serta mengasyikkan, sekali lagi terapkan AMBAK. Tapi harus masih diingat bahwa tugas itu adalah tugas yang masih dalam batasan kemampuan siswa, tidak keluar dari apa yang menjadi kemampuan siswa. Meskipun nanti hasil yang dituainya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, justru dari situ kita dapat memotivasi anak didik tersebut dengan mengatakan “Chayoo-chayoo!!!”.

Dapat juga guru menggunakan cara lainnya yang belum tersebut, seperti teguran, kritik, dengan tidak berlebih, untuk tidak mendownkan murid atau anak didik kita.

KESIMPULAN

  1. Motivasi di bagi 2: Intristik dan Ekstrinsik
  2. Yang dapat kita ketahui untuk menemukan background anak adalah:
  • Keterangan pribadi anak
  • Kepandaian, ketrampilan, kesehatan, Hobi, Cita-cita, ability
  • Keadaan rumah, riwayat sekolah, sifat-sifat, watak
  1. Kebutuhan anak dalam pembelajaran:
  • Kebutuhan Jasmani. Yang mencakup masalah kesehatan & gerak
  • Kebutuhan sosial. Mencakup penyesuaian diri kepada lingkungannya
  • Kebutuhan Intelektual. Yang mencakup bahan pelajaran, bakat dll.
  1. Menurut ahli jiwa, dalam motivasi ada suatu hirarki/tingkatan-tingkatan :
  • Kebutuhan fisiologis, seperti lapar, haus, istirahat dll
  • Kebutuhan akan keamanan, seperti bebas dari cemas dll
  • Kebutuhan akan cinta dan kasih, dihargai dalam komunitas dll
  • Kebutuhan untuk mewujudkan diri sendiri, mengembangkat bakat dengan usaha mencapai hasil dalam bidang pengetahuan, sosial.
  1. Motif atau sebab anak belajar :
  • Karena didorong oleh keinginan untuk mengetahuinya (Intristik)
  • Karena ijazah dan angka yang baik dalam rapornya (Ekstrinsik)
  1. Strategi memotivasi siswa :
  • Memberi angka. (Ekstrinsik)
  • Hadiah. (Ekstrinsik)
  • Saingan. (Intristik)
  • Ego-Involvement. (Intristik)
  • Ulangan. (Intristik)
  • Mengetahui hasil. (Ekstrinsik)
  • Pujian. (Ekstrinsik)
  • Minat. (Intristik)
  • Tugas yang challenging. (Intristik dan Ekstrinsik)

PENUTUP

Banyaknya Lembaga pendidikan pada akhir zaman ini, dan semakin berkembangnya kurikulum ini, tambah banyak pula bahan rujukan untuk menjadi guru yang baik, yang digugu dan ditiru dan yang pantas untuk di ajukan untuk mengajar, karena jika seorang guru yang tidak berjiwa digugu dan ditiru, akan menjadi suatu pengajaran yang membosankan dengan tiada tauladan. Sering kita dengar juga bahwasannya guru harus mempunyai suatu “Nuhbah” & wibawa, agar tidak diremehkan oleh muridnya. Yang penting disini guru dapat memposisikan dirinya dimana saja ia berada tanpa harus merasa paling tinggi, dan juga tidak sampai tidak dianggap oleh murid dan siswanya. Kapan kita menjadi Ibu dalam pondok ini, kapan menjadi teman, kapan menjadi guru, kapan kita harus menjadi bagian dari mereka, namun harus diingat masih tetap pada konsisten seorang guru dapat jadi panutan dan jika dilihat di pondok ini sebagai pengganti orang tua santriwati yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Munandar, Prof.Dr. Utami,Pengembangan Kreatifitas Anak Berbakat”, Rineka Cipta,Jakarta, Maret, 1998.

DePorter, Bobbi, “Quantum Teaching”, Kaifa, Bandung, 2005.

Nasution, Prof. Dr.S, “Didaktik Asa-asa Mengajar”, Bumi Aksara, Jakarta, 1995.

Ahmadi, Drs. H. Abu & Prasetya, Drs. Joko Tri, “SBM ( Strategi Belajar Mengajar)”, Pustaka setia,Bandung,2005.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s